Minggu, 19 Desember 2010

PENULISAN DAFTAR PUSTAKA

A. Ketentuan Umum

Ketentuan-ketentuan umum penulisan Daftar Pustaka dalam sebuah karya ilmiah adalah berikut:

  1. Hanya referensi-referensi yang disebut dalam teks utama yang dimasukkan dalam daftar referensi. Gunakan judul Daftar Pustaka pada halaman yang memuat daftar referensi.
  2. Referensi-referensi berupa hasil komunikasi personal, wawancara, dan sejenisnya, tidak dimasukkan dalam Daftar Pustaka (kecuali hasil wawancara yang dimuat dalam suatu penerbitan).
  3. Gelar pengarang tidak dicantumkan.
  4. Daftar referensi disusun menurut abjad dengan satu spasi.
  5. Ketik baris pertama dari setiap referensi rata kiri, dan baris selanjutnya masuk ke dalam (hanging) satu sentimeter atau lima spasi.
  6. Dari satu referensi ke referensi lainnya diberi jarak dua spasi.
  7. Jika referensi dalam Daftar Pustaka terdiri dari berbagai kategori (buku, dokumen-dokumen, koran/majalah, sumber internet, dsb), kelompokkan referensinya sebagai berikut:
    a. Untuk buku-buku, jurnal, proceedings, laporan penelitian, diktat, dan sejenisnya, tidak perlu diisi nama kategori (referensi utama)
    b. Masukkan referensi berupa Undang-Undang, Peraturan, SK, dokumen-dokumen, Berita Acara, dan sejenisnya dalam kategori:
    Dokumen-Dokumen.
    c. Masukkan referensi yang berasal dari majalah, koran ke dalam
    kategori: Majalah [jika hanya berisi sumber dari majalah], Koran
    [jika hanya berisi sumber dari], atau Majalah/Koran [jika berisi sumber dari majalah dan koran].
    d. Masukkan referensi yang berasal dari internet dalam kategori:
    Sumber Internet.
    e. Dan kategori lainnya (bila dianggap perlu)
B. Ketentuan Khusus:

Ketentuan-ketentuan khusus dalam penulisan Daftar Pustaka dijelaskan
dalam uraian berikut:

1. Referensi dari Buku:

a. Daftar Pustaka disusun menurut urutan abjad.
b. Penyebutan referensi dalam Daftar Pustaka dimulai dengan nama penulis (nama keluarga/belakang, nama depan) [titik], tahun publikasi [titik], judul buku dicetak miring [titik], tempat publikasi
[titik dua], penerbit [titik]. Contoh:

c. Buku yang dikarang oleh dua atau tiga pengarang, penulisannya sebagai berikut berikut:

d. Jika sebuah buku mempunyai empat atau lebih penulis, cantumkan penulis pertama, diikuti dengan et al. untuk mengindikasikan penulis lainnya:


e. Jika sebuah buku terdiri tiga pengarang atau lebih dan ada pengarang yang namanya terdiri dari satu kata (tanpa nama keluarga/belakang), maka penulisannya memakai tanda titik koma (;) untuk membedakan pengarang satu dengan lainnya. Contoh:

f. Jika referensinya adalah seorang pengarang dengan dua karya ilmiah maka nama pengarang tersebut di urutan kedua ditulis dengan “ .” (garis bawah panjang [titik], yang artinya sama atau idem) dan referensinya diurut secara kronologis (tahun terbit tulisan/buku), bukan secara alfabetis. Contoh:

g. Jika referensi pertama adalah seorang pengarang dengan karya ilmiah yang dibuat sendiri, dan dalam referensi kedua pengarang ini membuat karya ilmiah dengan orang lain, maka referensi kedua ditulis dengan “ , dan pengarang lain” (garis bawah panjang [koma] dan pengarang lain). Contoh:

Dengan pola penulisan yang sama, referensi di Daftar Pustaka bisa seperti di bawah ini:
h. Referensi dengan pengarang yang sama dan tahun terbit yang sama disusun secara alfabetis dan ditandai dengan huruf kecil (a, b, c) tepat setelah tahun.
i. Sebuah buku yang ditulis oleh korporat, lembaga atau organisasi disusun seperti berikut :
j. Untuk buku yang diedit, di dalam Daftar Pustaka referensinya disusun
seperti berikut :
k. Artikel dalam buku:
Tahun terbit referensi untuk artikel dalam buku hanya ditulis satu kali (karena umumnya sama), kecuali disebutkan bahwa tahun terbit artikel untuk pertama kalinya (atau copyrightnya) berbeda dengan tahun terbit buku.
2. Referensi dari Diktat/Bahan Ajar:
3. Referensi dari Terbitan Berkala Ilmiah (Jurnal Ilmiah, dsb)
a. Jika Volume dan Nomor terbitannya lengkap, penyebutannya: nama jurnal, volume, nomor (dalam kurung), halaman.

b. Jika tidak ada Volume-nya:
4. Referensi dari Majalah
Penulisan referensi yang bersumber dari majalah adalah sebagai berikut :
a. Jika ada nama pengarangnya:
b. Jika tidak ada nama pengarangnya:
5. Referensi dari Surat Kabar/Koran
a. Jika ada nama pengarangnya:
b. Jika tidak ada nama pengarangnya :
6. Referensi dari Abstrak
Jika mengutip dari abstrak, penulisannya sama halnya dengan mengutip dari majalah atau jurnal, tetapi dengan mencantumkan kata “Abstrak” dalam tanda kurung “[ ]”.
7. Referensi dari Review Buku
Contoh berikut merupakan cara menulis referensi yang berasal dari
review sebuah buku.
8. Hasil Wawancara Tertulis dalam Sebuah Penerbitan
Referensi hasil wawancara yang dimuat dalam sebuah tulisan, penulisan referensinya adalah sebagai berikut:
9. Sumber dari Internet
a. Artikel online yang referensinya lengkap
b. Artikel Jurnal yang online
c. Artikel online yang referensinya tidak lengkap
1) Tanpa tempat terbit dan penerbit:
2) Tanpa tahun terbit, tempat terbit, dan atau penerbit:
10. Online Massages
Teks-teks atau pesan-pesan online yang dapat diakses oleh pembaca seperti pesan-pesan yang dikirimkan pada sebuah newsgroup, discussion/mailing list (mail forum), signboard atau forum online ( web forum) , dan l a i n sebagainya—daftar referensi di dalam Daftar
Pustaka dibuat sebagai berikut:
11. Cakram Digital (CD, VCD, DVD, dsb)
12. Pita Kaset Video (Videotape)

5 komentar:

thanks infoma mas,...
;;)

mas, kalo penulisan daftar isi tanpa nama pengarang bgaimna?

Terus identitas apa yg ada dibuku itu? misalkan tim pengembang y tulis aja tim pengembang.

Poskan Komentar